UPACARA VIRTUAL HUT KAB. BATANG KE 59 DILANJUTKAN HALAL BI HALAL TINGKAT KECAMATAN GRINGSING
USTAD ABIYYU MAHIR AMMAR : “HALAL BI HALAL ADALAH SALING MENGHALALKAN”
Pagi menjelang
siang, ketika sinar matahari masih bersinar laksana suam-suam kuku, roda
kendaraan niaga mulai menggelinding di jalanan pantura Gringsing, nun di aula kecamatan
Gringsing berkumpul para pemangku kepentingan kecamatan ujung timur Kabupaten
Batang.
Bertepatan
dengan berkahirnya libur panjang Lebaran 1446 H (8/4/2025), Kecamatan Gringsing
menyelenggarakan upacara virtual memperingati Hari Jadi Kabupaten Batang ke-59 dilanjutkan
halal bi halal dalam rangka Idul Fitri 1446 H. Hadir dalam kesempatan tersebut
kades se-Kecamatan Gringsing, Anggota DPRD Kabupaten Batang (Dadang Suhargo),
Perwakilan Koramil Gringsing serta instansi tingkat Kecamatan Gringsing.
Selaku inisiator
acara, Camat Gringsing Ridho Budi Kurniawan, S.STP, MM dalam prakata pembukanya
mengingatkan momen hal bi hala pada hari ini adalah untuk meleburkan khilaf serta
sebagai sarana untuk memperkuat komunikasi antar personal, dengan komunikasi
yang bagus akan mendukung efektifitas kedinasan maupun peningkatan kinerja.
Dadang Suhargo,
Anggota DPRD Kabupaten Batang Dapil Gringsing dalam sambutannya menyampaikan
bahwa kebersamaan dan komunikasi itu perlu dijalain dengan baik dan erat,
ibarat aliran darah dalam tubuh kita, ketika aliran tersebut lancar maka
organ-organ tubuh lainnya bekerja dengan
lancar.
Puncak acara
adalah siraman rohani oleh Ustad Abiyyu Mahir Amar, dalam nasehatnya, Ustad
Abiyyu menyampaikan bahwa kita sebagai manusia pernah berbuat dzolim baik
sengaja maupun tidak sengaja baik
terhadap teman sekantor atasan maupun bawahan maka kita diperintahkan untuk
melakukan halal bi halal artinya saling minta dihalalkan.
Orang yang
memungkinkan kita berbuat dzolim adalah kepada orang terdekat kita (istri
maupun suami dan anak, maka halal bi halal yang paling kecil adalah dalam
lingkup rumah tangga.
Sang Ustad
menambahkan, bahwa ada sebuah hadits yang artinya setiap hari senin dan kamis
pintu neraka dan surga terbuka maka ketika pintu langit dibuka setiap hamba
Allah yang tidak berbuat syirik pasti akan diampuni dosanya kecuali salah satu
seseorang karena orang tersebut memiliki perselisihan yang tidak
selesai-selesai kecuali orang tersebut saling damai.
Rasulullah
bersabda bahwa barang siapa yang memiliki permasalahan hak-hak orang lain maka
selesaikanlah sendiri permaslahan dengan orang yang sama.
Maka dalam forum
ini Ustad menghimbau agar kita saling menghalalkan dari lubuk hati yang paling
dalam.
Mengakhiri mauidhoh
hasanah, Ustad Abiyyu mengatakan halal bi
halal mengandung arti mungkin kita pernah mendzolimi, mencelakai, membicarakan
aib, mengambil haknya dan lain sebagainya, maka sama-sama kita halalkan hak
orang lain yang ada di dalam diri kita dan kita minta untuk dihalalkan hak
orang lain yang ada di dalam diri kita, sehingga idul fitri yang salah satu
maknanya adalah kembalinya diri kita kepada kesucian itu bisa terealisasi
karena kita selain diampuni dosanya oleh Allah kita juga diampuni dosanya oleh
sesama manusia maka halal bi halal dijadikan sarana untuk menghalalkan satu
dengan yang lainnya.